Pengadilan London Mintan Binance Untuk Melacak Dan Mengidentifikasi Pelaku Peretas Akun Penggunanya

Pengadilan London Mintan Binance Untuk Melacak Dan Mengidentifikasi Pelaku Peretas Akun Penggunanya

Indogamein.com – Pengadilan Tinggi London memerintahkan Binance, salah satu bursa mata uang kripto yang paling besar di dunia, untuk mengidentifikasi peretas dan membekukan akun mereka.

Pemerintahan itu muncul seelah seorang pengguna di salah satu bursa uang kripto yang paling besar di dunia itu, yang menyatakan telah menjadi salah satu korban peretasan senilai US$ 2,6 juta (sekitar Rp 37,3 miliar).

Dalam vonis yag telah diumumkan pada minggu ini, hakim pengadilan tinggi London telah mengabulkan permitaan Fatch.ai Binance untuk mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi para peretas dan melacak serta menyita aset.

Meskipun dalam nilai peretasan relatif sangat kecil, hal ini merupakan salah satu khusus hukum pertama yang telah melibatkan Binance. Kasus ini juga telah menguji kemampuan sistem pengadialan Inggris untuk mengadili praktis penipuan pada platform cryptocurrency.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa kami membantu Fetch.ai dalam pemulihan aset,” ucap juru bicara Binance.

“Binance secara rutin membekukan akun yang diidentifikasi melakukan aktivitas yang mencurigakan, Ini sejalan dengan kebijakan keamanan dan komitmen kami untuk memastikan bahwa pengguna mendapat perlindungan saat menggunakan platform kami.”

Binance, yang telah memiliki struktur perusahaan yang tidak jelas, mendapat sorotan sejalan dengan peningkatan kewaspadaan regulator terhadap cryptocurrency di banyak negara.

Peningkatan pengawasan itu bermuara pada kekhawatiran bursa uang kripto yang telah digunakan untuk aksi pencucian uang, atau ajang penipuan.

Binance yang sudah mengatakan bahwa berkomitmen untuk mematuhi aturan lokal di mana pun ia beroperasi. Perusahaan itu juga telah memperkuat tim kepatuhan dan dewan penasihat internasionalnya.

“Kita perlu menghilangkan mitos bahwa cryptoassets bersifat anonim. Kenyataannya, dengan aturan dan aplikasi yang tepat mereka dapat dilacak, dilacak, dan dipulihkan,” kata Syedur Rahman, seorang mitra di Rahman Ravelli, yang mewakili Fetch.ai.

Fatch.ai yang didirikan di Inggris dan Singapura, telah mengembangkan proyek kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk basis data blockchain. Perusahaan itu juga telah menyebutkan ada penipuan yang meretas akun cryptocurrency-nya di bursa Binanxce pada tanggal 6 Juni.

Karena tidak bisa memindahkan aset, yang disebabkan oleh pembatasan akun, peretas juga diduga telah menjual aset yang mereka begal ke pihat ketiga, dengan harga yang lebih murah dalam waktu kurang dari satu jam.

Menurut Rahman, Binance telah memberi tahu kepada Fetch.ai tentang aktivitas yang tidak bisa di akunnya. Bursa itu juga telah membekukan sejumlah uang dan juga mengidikasikan aka mematuhi perintah.

Akan tetapi, peggugat harus membuktikan bahwa mereka adalah salah satu korban penipuan sebelum mendapat perintah pemulihan.

“Kami telah bekerja sama dengan Binance dan penegak lokal untuk mendapatkan detail tentang peretas,” ucap Fetch.ai dalam pernyataan tertulis melalui email.

Sumber dari: KONTAN.CO.ID

You May Also Like

About the Author: Egi Sugigi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *